Minggu, 31 Agustus 2014

Liebster Award ?

Di sela-sela hidup gue yang tenang benderang laksana kamar kosan habis ditinggal pulang 2 bulan ini ada 1 hal yang bisa buat sebulan leha-leha gue ini lebih bermakna
gue nerima Liebster Award

Rabu, 27 Agustus 2014

What are you doing today? This what I do

hari ini adalah hari terakhir liburan kuliah semester gue di rumah sebelum kembali ke tanah perantauan dan gue membulatkan tekad untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa dalam dunia perinformasian.

karena pengen di salah satu acara talkshow yang akan gue datangi nanti hostnya bisa memperkenalkan gue dengan lebih keren kayak misalnya

"bintang tamu kita yang satu ini, terlahir dari keluarga yang baik-baik tapi memilih untuk menjadi sesosok pria yang tidak baik-baik secara kejiwaan, sempat berkecipung lama di dunia paralel sebagai seorang tukang listrik curian dan sekarang mulai serius berpindah ke dunia perinformasian ngawur, mari kita sambut dengan merii ...... ah  permisi sebentar pemirsa, iya pak.... tapi saya sudah terlanjur memperkenalkan....oke, baik..... 
maaf para penonton sekalian karena permintaan produser dan rating acara kami yang tiba-tiba menurun secara misterius, bintang tamu kami cancel dan kami ganti dengan joget bareng, ayo Cesar!!!"

dan akhirnya gue diusir satpam dan begitulah kemunculan pertama gue di talkshow akan terjadi

iya, miris tapi keren
karir gue di perdukunan santet televisi bakal naik
nama dukun  artis gue adalah ki Joko tingkir vs si buta dari gua batu

karena bangsa Indonesia masih mempertimbangkan untuk mencabut kewarganegaraan gue, jadi gue akan mencoba melakukan hal yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa ........ Rusia
dengan membahas tentang tokoh MASHA di acara MASHA AND THE BEAR !!!
Yeah !!!!!


gue gak akan membahas info yang udah ada di Wikipedia kayak Dasha (saudara kembar Masha) atau Masha yang bisa nari moonwalk
tapi informasi lain yang pasti mengherankan, mencengangkan, dan membingungkan
monggo

1. Masha itu pake model hijab ala Iran dengan ngeluarin ujung rambutnya didepan, dan ini membuktikan teori bahwa ibunya Masha di rumah punya usaha butik dan salon hijab ala Iran. Ide yang sangat brilian dengan menjadikan anaknya yang main film sebagai sarana iklan

2. Seharusnya di beberapa negara yang memiliki populasi beruang, acara ini jangan dilabeli sebagai kartun anak biasa tapi yang PG (Parent Guide), anak dalam periode 'suka meniru' rawan/berbahaya menonton karena kemungkinan mereka akan ke hutan dan mencari beruang untuk diganggu selama 44 episode

3. Kebiasaan Masha yang selalu main di hutan juga membutikan kalo dia berasal dari keluarga broken home dengan ayah seorang pemabuk jarang pulang dan ibu super sibuk yang jarang pulang juga. Kurang perhatian dan akhirnya mendapatkannya dari seekor beruang yang menjadi sahabatnya di hutan. Mungkin kalo temennya itu gorilla nama filmnya bisa berubah jadi TARZAN Goes to Russia!

4. Ini juga membuktikan bahwa pemerataan pendidikan di Rusia kurang baik, Masha gak sekolah bro! 
Sekali lagi, miris abis

5. Semakin meningkatnya rating film ini berbanding lurus dengan tingkat pemburuan beruang. Karena beberapa orang tua kehabisan akal mendisplinkan anaknya yang nakal akan mulai berpikir bahwa cara satu-satunya adalah dengan mengambil beruang sebagai teman bermain anaknya di rumah.

6. Tapi dari film ini kita lihat kalo semua mahluk hidup itu bisa akur, bisa berteman akrab dan hidup berdampingan, bahkan yang berbeda spesies. Beruang aja bisa pelukan sama anak kecil walaupun habis digangguin separah itu. Kenapa gak kita semua kayak gitu? 
Bukan, bukan kita semua pelukan sama beruang, maksud gue yang kita semua akur
G*oblok lu

7. Gue yakin kalo si beruang gak pedofil, gak ada alasan yang mendasari, ya cuma yakin aja. Cukup percaya aja bro, kepercayaan itu berharga banget :')

Rabu, 25 Juni 2014

'keluarga'

Sebagai mahasiswa perantau yang tempat merantaunya gak jauh-jauh banget dari kampung, temen atau sahabat apalah itu namanya udah gue anggep kayak keluarga. 
Iya, keluarga.

Tapi itu gak berarti juga harus masukin semua temen-temen gue ke kartu keluarga. Selain bikin ribet Pak Lurah, hal ini juga mengurangi kesempatan gue sebagai ahli waris keluarga, persaingan jadi terlalu ketat.

Dengan tampang Sinchan dan kelakuan kayak monyet di film Night at the Museum, gue memang diberi bakat alam buat orang lain emosi, sebel, mabuk, diare, demam dan pusing, benar-benar bakat yang sangat berguna di jaman yang penuh dengan orang-orang yang pantes dihina dan dibikin emosi.
#sujudsyukur

Entah karena udah biasa atau mulai ketularan virus gue itu, temen-temen gue bisa nerima beberapa kata yang keluar mulut dan kentut dari bokong gue dengan lapang dada.
Betapa mulianya mereka, 
walaupun balesannya juga malah lebih parah daripada yang gue bilang, tapi ya begitulah.

Tapi gak semua temen gue masuk dalam 'keluarga' ini, cuma beberapa yang kuat, tabah, tegar, atletis dan aneh yang terpilih untuk lolos dan memperebutkan hadiah total sebesar 1 Milyar RUPIAH !
(tepuk tangan bergemuruh, lemparan tomat berjatuhan)

Di tengah semua tekanan sebagai mahasiswa perantauan yang membawa nama baik, nama besar, nama keren keluarga jadi sudah jelas stress kelas bulu datang berkunjung. Nah disinilah 'keluarga' ini bisa jadi tempat singgah, paling gak nurunin beban sebentar dari atas bahu yang bidang dan berpondasi ini.

Entah apa masalahmu, kalo memang ngebebani pikiran, kenapa gak biarkan 'keluarga' jadi tempatmu berkeluh kesah, bukan melampiaskan tapi menyelesaikan masalahmu.
Dont get it wrong

Jangan ngerasa sendirian ngehadapin hidupmu yang 'berat' ini, 
keluargamu di rumah, dan 'keluarga'mu yang lain siap sedia membantu 

yeah, trying to smile when you have a problem is really hard
but trying to smile with your friend, your family when you have a problem?
It's not as hard as what you think
just try it once, and you will get addicted to it.
 

Sabtu, 15 Februari 2014

#pemilu2014

Terima kasih para pembaca masih memantapkan diri untuk kembali mengunjungi lapak kami yang meskipun mewah dan apa adanya ini tapi tetep lebih berkelas daripada lapak-lapak yang lain. #stayhumble

Kenapa gue bilang kami? Karena hidup ini terlalu singkat buat mikir masalah kecil kayak gitu bro, jadi biarlah salah ketik di atas itu dibiarkan apa adanya walaupun berbau sedikit tidak sedap.

Senin, 06 Januari 2014

---------------------------------------------

kita hidup di dunia dimana kesempatan kedua itu ada dan nyata
semua orang pantas harusnya mendapatkannya
tapi semesta tidak sebaik hati itu bekerja
semesta akan memilih dengan parameternya
dan menghadirkan dengan caranya

pernah punya perasaan pengen bunuh orang?
mereka yang menerima kesempatan kedua yang harusnya kamu dapat juga?

dan untungnya, dalam banyak kasus, itu cuma berakhir dengan sedikit biru disini-sana

siapa bilang itu tidak menyelesaikan masalah?
mereka yang berjiwa petarung tahu bahwa respect satu sama lain akan didapat di 3x suara bel
2 orang asing berpandangan saling bunuh dalam prosesnya, bersalaman akrab di ujung lorong

tapi ada masanya semua itu dirasa cukup menguras tenaga
dan tiba-tiba ada berbagai persyaratan untuk itu
membunuhnya dari pikiranmu akan lebih tidak melelahkan
lebih lama tapi cukup efektif dan nyantai

kurang jantan memang, tapi ya begitulah
bahkan pencuri ulung kan juga bisa bosen dan pengen berhenti



calm is good
have a nice day !