Senin, 12 Maret 2012

Marwan Siangku

diadaptasi dari postingan di blog temen gue
gue istilahnya "ditantang" buat nulis ulang puisinya itu pake gaya gue
gue akan coba sebisanya dah bro :D
-----------------------------------------------------------
MARWAN SIANGKU
pasir yang membuatku kelilipan
tak lagi berBBM-an dengan angin kurus yang bertiup galau
sesekali nongkrong minum kopi dan gak mau mandi lagi

tak pernah pake body lotion untuk kulit gersangku
hanya bermain, sembari menunggu digebukin mama karena gak ngaji
diam dipaku di tembok

setengah sadar ku terbangun di sepinya malam
terbangun oleh Marwan yang sedang galau di atas pasir
sambil berayun2 di ayunan TK " Buai Mimpi"

bau badannya yang hina, terbang perlahan sepanjang waktu

sekarang tukang pos, sudah menjadi tukang batu dan guru sejarah
mungkin sudah takdir
Marwan tak lagi hidup malam ini

karena organ hati ini
telah ku transplantasikan hanya untuknya

tak ada sebab yang ku tahu
Marwan tiba2 menjadi tukang pasang banner sambutan

tak perlu bertanya
tingkahnya itu pertanda Marwan seorang homo
Sejak dirinya ditolak oleh Mawar
Siang itu, aku ingin meludahinya

harus selalu kau tahu
perasaan ini tak akan pudar, kecuali diberi Rinso secukupnya dan digosok 2 malam
dia hilang ditelan pak malam
dan Mawar jadi tukang lampu sampai akhir waktu untuknya
----------------------------------------------------------
sori kalo yaa kalo garing
mungkin semua yang baca agak bingung
jadi biar gak bingung buka juga mawar malamku ( Nalarisme Hati )
buat perbandingan :D
SALAM PLANET SATWA !!!

0 komentar:

Posting Komentar