Minggu, 28 Oktober 2012

dewasa itu subyektif

Dewasa, kadang2 dijadikan kata untuk menghakimi kekurangan seseorang, apalagi buat remaja yang mulai memasuki umur2 yang dianggap cukup tua untuk menjadi dewasa.

Sebenarnya, apa sih dewasa itu?

Gue pribadi juga sering ngalamin "dihakimi" dengan kata DEWASA, mungkin mereka ngelihat dari tindakan gue yang (sekali lagi) menurut mereka kekanak-kanakan. Mereka menceramahi gue dengan gaya serius yang terkesan kaku, cara bicara yang dipaksakan, dan gerakan badan yang memprovokasi. Gue harus nerima ceramah panjang lebar bla bla bla yang kalo gak salah intinya dia bilang gue gak dewasa.

selesai ceramah tadi, gue cuma bisa tepuk tangan, ngangguk2, terus bilang
" terus yang dewasa itu yang gimana qaqa? "
mungkin ngeliat pasiennya begitu semangat dan antusias untuk sembuh, penceramah tadi langsung ngebeberin yang dia maksud dengan dewasa
" ya lebih serius gitu, gak usah banyak bercanda, lebih fokus dari kamu sekarang ini "

 denger itu semua, gue cuma tepuk tangan lagi terus gue agak deket ke dia sambil ngomong agak pelan
" sempit banget ya intinya dewasa itu menurutmu, gampang banget kalo cuma gitu aja disebut dewasa bener gak? "

habis ngomong gue langsung pamit buat keluar dari ruang "pengadilan" itu
mungkin agak gak sopan ya?

tapi, jujur aja, itu ganggu gue banget, mungkin kalo dia datang dengan wawasan dewasa yang lebih luas, gue akan (dengan berbesar hati) mendengarkan dia mengoreksi hidup gue.
Menurut gue, dewasa itu subyektif
kenapa subyektif?

Karena gue ngerasa gue sudah dewasa dengan cara gue. Terdengar egois gak masalah, soalnya hidup kita sama hidup orang lain itu gak sama, apa yang harus dijalani itu pasti beda2. Jadi dewasa yang dibutuhkan juga beda2 pastinya.

Dewasa yang paling dasar itu bisa menentukan mana yang bener mana yang salah DAN melakukannya. Jadi kalo mungkin kita masih umur2 remaja bermodel ABG labil yang bisa nentukan mana bener mana salah, tapi jarang ada yang mau dan mampu ngelakuinnya.
kita jadi dewasa kalo bisa ngelakuin yang bener dan ninggal yang salah.

gue juga ngerasa udah dewasa dengan cara gue, gue tau kapan gue bisa bercanda, sama siapa aja gue bisa bercanda pas lagi suasana serius, kapan gue harus fokus, kapan gue harus serius, juga kapan gue bisa ngelempar upil ke orang lain.

dewasa???

jadi buat orang2 yang ngerasa sudah dewasa dengan menjadi "orang tua", gue ucapin selamat dewasa dengan caramu, gue bukan tipe orang yang bisa menilai yang udah dilakuin sama orang lain itu gak sesuai, gak bener atau gimana.

because i'm not expert of your life
and the same goes for you


10 komentar:

  1. and this is your maturity. mangat dew :)

    BalasHapus
  2. Dewasa dengan perspektif sendiri ya..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoi, pastinya
      karena dewasa itu hak semua orang

      Hapus
  3. dewasa itu memang subjektif, tapi yang penting gak boleh nonton yg dewasa2an hhheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. malah yang nonton yang begituan itu yang mantap bang (y)

      Hapus
  4. hahhhhh,,,dewasa ga tau lah manusia yg dewasa itu harus gimna n manusia yg yg layak dibilang dewasa itu yg gimna,,apalagi kaya manusia seperti saya penganut HARDOLIN (dahar modol ulin )wkkkk

    ga ada arti/definis/persyaratan yg mutlak buat manusia bisa disebut dewasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. siiiiip
      walau sebagian besar dari komennya gue gak paham tapi pokoknya sip dah (y)

      Hapus
  5. Well, saya juga sering di-judge nggak dewasa sama doi. Padahal menurut saya emang bener, dewasa itu subyektif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. doi itu makanan khas mana?

      beeeeh 100% yakin dah

      Hapus