Minggu, 23 November 2014

berharap? harapan?
bahan pokok kegalauan gak cuma buat yang muda-mudi bin terong-cabean tapi juga yang tua-tua keladi, yang udah terong-cabean kisut
agak berat memang, di satu sisi hidup kita dipenuhi dengan harapan dan berharap
tapi di sisi lain, ini bisa jadi alasan keterpurukan kita
harapan yang tidak bisa diwujudkan,
"kalo kamu berusaha keras pasti berhasil kok"
"tinggal sedikit lagi, pasti, jangan nyerah dulu"
miris ketika seseorang berusaha membangkitkan semangat temannya yang hampir menyerah pada harapannya yang udah diperjuangkan habis-habisan, padahal orang itu sendiri mengalami hal yang sama dan hampir putus asa

seperti yang orang bijak (gue) bilang
Bersiaplah dalam berharap karena selalu ada kecewa di ujung harapan
 tapi itu jangan dijadikan alasan untuk kita berhenti berharap dan berusaha, kalo buat gue pribadi, sebagai seorang pria bergolongan darah B, semakin gue diremehkan dan dihalang-halangi malah makin semangat buat nunjukin kalo gue bisa melebihi ekspetasi orang-orang.

karena kembali lagi seperti orang bijak (gue) bilang
harapan bukan sebuah harapan kalau tidak diikuti dengan usaha mati-matian, inget, mati-matian, bukan sekedar usaha buka fotokopian atau warung makan
salam super


0 komentar:

Posting Komentar